Istanbul (KABARIN) - Media Iran pada Senin merilis rincian draf nota kesepahaman berisi 14 poin antara Iran dan Amerika Serikat yang disebut memuat kerangka kerja untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan final.
Kantor berita semi-resmi Mehr melaporkan bahwa draf tersebut mencakup sejumlah ketentuan utama, mulai dari penghentian perang secara segera dan permanen di seluruh front termasuk Lebanon hingga pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade Angkatan Laut AS, serta negosiasi lanjutan selama 60 hari terkait isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Draf itu muncul setelah Iran menyatakan bahwa nota kesepahaman telah selesai dan akan ditandatangani pada Jumat di Jenewa, sementara Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan telah rampung dan menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut AS.
Penghentian perang dan komitmen AS
Menurut laporan Mehr, draf tersebut menegaskan penghentian perang secara permanen di seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon. AS juga diminta tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan negara tersebut.
Selain itu, AS disebut akan menarik pasukannya dari sekitar Iran, menahan penambahan kekuatan militer di kawasan, serta tidak memberlakukan sanksi baru selama masa negosiasi berlangsung.
Selat Hormuz dan blokade
Draf tersebut juga mengatur pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari. Selat Hormuz disebut akan dibuka kembali dalam jangka waktu yang sama, dengan pengelolaan tetap berada di bawah Iran.
Laporan itu juga menyebut adanya mekanisme pemantauan untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan.
Sanksi dan aset beku
Dalam aspek ekonomi, draf mengusulkan penangguhan sanksi terhadap ekspor minyak dan produk petrokimia Iran, serta pembukaan akses ke sistem keuangan internasional.
Selain itu, aset Iran yang dibekukan senilai sekitar 24 miliar dolar AS disebut akan dilepaskan secara bertahap selama masa negosiasi 60 hari, dengan separuhnya diberikan di awal proses pembicaraan.
Kesepakatan final nantinya juga dikabarkan akan mencakup pencabutan penuh sanksi AS serta penghentian sejumlah resolusi PBB dan Dewan Gubernur IAEA terkait Iran.
Negosiasi nuklir 60 hari
Draf menetapkan periode 60 hari untuk mencapai kesepakatan final yang berfokus pada isu nuklir dan pencabutan sanksi. Iran disebut kembali menegaskan komitmennya pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Namun, isu program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok tertentu disebut tidak termasuk dalam agenda perundingan akhir.
Rekonstruksi dan kesepakatan akhir
Draf juga menyebut adanya rencana rekonstruksi Iran senilai sedikitnya 300 miliar dolar AS dari AS dan sekutunya. Kesepakatan akhir nantinya akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
Negosiasi final disebut baru akan dimulai setelah sebagian aset Iran dibekukan, sanksi minyak dilonggarkan, dan blokade laut dicabut.
Perubahan terakhir
Sumber lain yang dikutip Tasnim menyebutkan adanya perubahan menit terakhir dalam draf, termasuk ketentuan terkait administrasi Selat Hormuz serta jaminan kedaulatan Lebanon, yang disebut berpengaruh pada tidak terjadinya eskalasi balasan Iran atas serangan di Beirut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026